Sabtu, 11 September 2021

Yustiara Hafipah_PAI_KH Hasyim Asy'ari

 

DAMPAK PSIKOLOGIS TERHADAP PEMBELAJARAN DIMASA PANDEMI

 

                               WhatsApp Image 2021-09-12 at 06.53.37.jpeg

 

NAMA : YUSTIARA HAFIPAH

PRODI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

KELOMPOK : KH HASYIM ASY’ARI

NPM : 2110631110211

 

 

 

 

 

 

Abstrak

Penerapan pembelajaran daring berbasis pendidikan terdampak social distancing didunia pendidikan islam khususnya dikalangan siswa berakibat psikologis siswa yang buruk. Akibatnya, siswa kurang interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, keefektifan belajar berkurang dan merasakan kebosanan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran dari dampak pembelajaran daring bagi psikologis siswa terdampak social distancing. Sumber data diperoleh dari literatur-literatur pembelajaran daring, psikologis siswa, covid 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring tidak efektif dikalangan siswa karena psikologis siswa terganggu Penerapan tersebut saat ini memegang peran penting dalam dunia pendidikan, tetapi penerapan sistem pembelajaran daring tidak semudah yang dibayangkan, terdapat beberapa aspek yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Segi praktisnya, pembelajaran daring sangat efektif untuk pembelajaran ditengah covid 19. Namun, tidak untuk psikologis siswa.Pembelajaran daring tersebut dapat dikembangkan menjadi pembelajaran yang lebih efektif dengan memperhatikan psikologis siswa terdampak social disctancing.

Kata kunci : Pembelajaran Daring; Psikologis Siswa; Covid 19.

Pendahuluan

Penyebaran Covid 19 di Indonesia sudah berlangsung mulai bulan Maret 2020. Puluhan ribu orang meninggal dunia akibat terkena Covid 19, bahkan ratusan ribu orang sudah terpapar virus ini. Dampak dari penyebaran virus ini terjadi pada semua sektor salah satunya adalah sektor pendidikan. Berdasarkan surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 mengatakan bahwa semua kegiatan pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi tidak boleh dilaksanakan dengan tatap muka tetapi penyelenggaraan perkuliahan atau pembelajarannya harus dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh, hal ini sebagai cara untuk mencegah terjadinya perkembangan dan penyebaran Coronavirus disease (Covid-19).

Pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran.

 Penggunaan internet dan teknologi multimedia dalam proses pembelajaran dapat merubah cara penyampaian pengetahuan dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh.Penerapan proses belajar mengajar jarak jauh dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.

 Adapun kelebihannya yaitu :

1.      Proses belajar mengajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja sehingga tidak terikat ruang dan waktu

Proses pembelajaran dapat dilakukan kapan saja bisa hanya jika ada waktu lebih luas di sore hari kita dapat melakukan pembelajaran di sore hari dan juga tidak terikat terikat ruang,bebas bisa dimana saja asalkan tempat itu kondusif untuk dipakai belajare secara online ini dan itu juga bisa membuat otak lebih fresh, kan otak bisanya biasanya kita belajar di sekolah dengan fokus belajar di ruang kelas yang bisanya sempit, panas dan lain sebagainya ,dengan pembelajaran jarak jauh ini kita misalnya bisa belajar di taman namun karena pembatasan mobilitas kita bisa menggunakan tempat yang lebih dekat dengan rumah kita misalnya, taman sendiri atau teras rumah asalkan kondusif untuk pakai belajar secara online atau daring.

2.      kemampuan guru dan peserta didik dapat mengenal lebih dalam cara penerapan teknologi dalam belajar.

Pengenalan teknologi lebih pesat karena media pembelajaran melalui media teknologi kita dituntut untuk mempelajari teknologi lebih dalam lagi, karena alat yang digunakan untuk pembelajaran dari ini melalui media teknologi yang di mana apabila kita tidak bisa menjalankan misalnya suatu aplikasi kita akan tertinggal pembelajaran.

 

3.      Hal ini tentu saja harus ditunjang oleh penggunaan internet sehingga para siswa dapat dengan mudah mempelajari dan mendapatkan informasi yang lebih lengkap

 

Dengan adanya internet kita bisa lebih mudah mempelajari pelajaran yang kita tidak pahami juga bisa mempelajari materi yang akan dipelajari di kemudian hari sehingga ketika guru menjelaskan kita setidaknya sudah mengenal dari internet tersebut

 

4.      Pembelajaran daring juga memiliki kelebihan mampumenumbuhkan kemandirian belajar menyatakan bahwa pembelajaran daring lebih bersifat berpusat pada siswa yang menyebabkan mereka mampu memunculkan tanggung jawab dan otonomi dalam belajar

 

5.      Menumbuhkan rasa mandiri dan tanggung jawab menumbuhkan rasa mandiri itu karena kita dituntut untuk belajar secara individual isma maksudnya kita harus memahami sendiri kan kalau misalnya di sekolah kita bisa berdiskusi dengan teman ini juga bisa tetapi dengan dengan terbatas karena online ini kita juga mempunyai tanggung jawab sendiri dalam artian apa-apa kita harus sendiri tugas kita kerjakan sendiri memahami kita harus sendiri dan lain sebagainya namun itu sangat sangat membantu kita untuk lebih untuk bertanggung jawab dan mandiri

Sedangkan kekurangan :

1.      harus adanya sarana dan prasarana yang menunjang  seperti laptop, computer, handphone yang  dapat memudahkan menyimak proses pembelajaran.

Tentu harus adanya sarana dan prasarana karena dengan belajar di rumah atau dari ini kita harus menyiapkan sarana dan prasarana sendiri seperti hp laptop komputer dan lain sebagainya jika tidak mempunyai salah satu alat tersebut dipastikan kita akan ketinggalan pembelajaran karena cara tersebut salah satu cara efektif untuk pembelajaran secara online

 

2.       tidak dapat berinteraksi dengan teman ataupun guru secara langsung,

Kurangnya interaksi dengan teman maupun guru secara langsung menjadikan kita apabila bertemu dengan orang tersebut mengalami ketanggungan untuk berinteraksi kembali.

 

3.      murid akan kehilangan jiwa social karena jika di sekolah mereka bisa bermain berinteraksi dnegan teman-temannya tetapi kali ini mereka tidak bisa dan hanya belajar sendiri di rumah bersama orang tua sehingga menimbulkan kejenuhan

 

4.      Pembelajaran jarak jauh juga dapat menimbulkan keresahan pada peserta didik yang disebabkan karena menumpuknya tugas yang diberikan

 

WhatsApp Image 2021-09-11 at 21.45.09.jpeg

 

Isi

Adanya pembelajaran jarak jauh akibat Covid-19 jika terjadi dalam jangka waktu yang panjang, akan mengganggu kondisi psikologis siswa seperti kecemasan, ketakutan, kehawatiran yang berlebihan serta berdampak terhadap psikosomatis lainnya. Psikomatik akan timbul ketika seseorang merasa stress serta cemas berlebih bahkan dapat menimbulkan depresi. Apalagi kalau terjadi paada anak usia lebih dari 12 tahun. Di mana usia tersebut adalah peralihan dari dari anggota keluarga menuju interaksi sosial. Mereka akan menempatkan teman sebaya dalam peran tersebut dan akan mencari tahu cara berteman dengan orang-orang yang memiliki kesamaan, bukan hanya kedekatan. Penerapan tersebut berakibat ke psikis siswa. Misalnya hambatan dalam proses mencapai belajar, sehingga prestasi menurun (Sugiyanto, 2014). Belajar seharusnya pengembangan pemikiran bukan penyusutan pemikiran, sering pembelajaran tidak dirancang sesuai dengan ilmu berpikir dan ilmu saraf berbasis otak pendidikan islam. Hambatan belajar juga disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf otak (gangguan neurobiologis) (Idris, 2009). Bukan persoalan otak saja namun kualitas organ lainnya juga diperlukan (Ratnawati, 2017). Oleh karena itu, siswa harus mendapat dukungan untuk memperbaiki atau mengembalikan psikologis siswa yang baik dan efektif dapat diikuti dengan dukungan sosial berupa perasaan empati, kepedulian, kepercayaan, memberi saran atau arahan terhadap individu yang bersangkutan dan dukungan dalam bentuk meluangkan waktu dengan individu karena itu dapat menambah imun tubuh siswa itu sendiri (Malwa, 2018). Hal tersebut bentuk dukungan seperti itu berdampak baik kepada psikologis siswa yang awalnya mengalami hambatan-hambatan dalam belajar maupun mental.

1.      Stres dan kecemasan

Stres dan kecemasan pada masa pandemi COVID-19 ditentukan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan dan cara seseorang beradaptasi seperti kepribadian, usia, pengalaman, proses belajar, kondisi fisik, dan lingkungan. Kemampuan adaptasi seseorang juga berperan untuk mencegah timbulnya rasa stres dan cemas dan menentukan bagaimana seseorang menentukan cara untuk menangani perasaan-perasaan negatif yang muncul ketika dihadapkan dengan

tantangan atau tekanan. Upaya pencegahan stres pada mahasiswa yang dapat dilakukan oleh pihak universitas yaitu dengan mengorganisasikan proses pembelajaran yang menarik dan komunikatif seperti voice note atau video mengajar, pertemuan lewat daring yang santai dan fleksibel, serta dapat menggunakan surel dan media sosial. Pihak kampus juga dapat menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai ataupun melakukan kerja sama kelembagaan dengan fasilitas kesehatan untuk mendeteksi dan/atau menangani kasus COVID-19 ataupun suportif untuk kebutuhan kesehatan mental/psikologis civitas akademika dan mahasiswa.

Adapun beberapa cara untuk menangani peningkatan stres dan kecemasan yang dialami mahasiswa selama masa pandemi ini, menurut Dewi terdapat tiga langkah utama yang bisa dilakukan.

v  disarankan untuk membekali diri dengan pengetahuan yang cukup tentang COVID-19.

v  Mencari tahu tentang kondisi kesehatan diri melalui skrining mandiri.

v  Menentukan sikap dan langkah sesuai dengan kondisi kesehatan saat ini.

Adapun salah satu cara untuk mengurangi stres yaitu dengan mulai membicarakan perasaan yang tengah dialami dengan orang terdekat atau orang yang dapat dipercaya untuk membantu. juga cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala kecemasan akibat pandemi ini yaitu dengan melakukan perawatan diri. Perawatan diri mencakup berbagai cara untuk menjaga diri secara fisik, emosional dan mental. Beberapa jenis perawatan diri yang direkomendasikan untuk semua orang yaitu tidur yang nyenyak, melakukan aktivitas fisik, dan memenuhi kebutuhan nutrisi.

2.      Jenuh

Dengan pembelajaran daring ini yang membuat siswa maupun guru merasa jenuh karena lingkungan pembelajaran yang berbeda. Misalnya jika di sekolah kita ramai-ramai bersama teman-teman berinteraksi langsung bersama guru kalau dari seperti ini hanya berinteraksi dengan Media elektronik saja. Namun belajar online semakin lama membuat perbedaan terhadap proses belajar, dan akhirnya siswa mulai jenuh. Tekanan akan berpotensi menjadi lebih kuat manakala tidak ada bimbingan atau pengawasan ketika belajar di rumah masing-masing.

3.      Pemalas

Membuat kita menjadi pemalas karena kita menjadi leha-leha dalam belajar misalnya suatu materi tidak paham jiwa malas akan semakin tumbuh karena jika kita mempelajari sendiri pun sulit dimengerti karena ya memang tidak paham apa yang dijelaskan secara virtual. Menyebabkan siswa tidak mau mengerjakan tugas dan pengerjaannya diselesaikan oleh orang tuanya, kakaknya atau orang lain, tentu akan menimbulkan dampak ke depannya. Dampaknya, si anak akan mengalami ketergantungan pada bantuan orang lain, kurang mandiri dalam menyelesaikan tugas, dan cenderung menjadi anak yang kurang percaya diri.

4.      Resah

Resah apabila misalnya kita tidak paham atas materinya atau takut jika memiliki nilai kecil dan lain sebagainya.

5.      Kuota

Kuota itu yang sangat utama karena pembelajaran melalui dari ini memerlukan kuota yang cukup besar apalagi untuk berkomunikasi seperti, di zoom itu memerlukan kuota yang banyak.

6.      Sinyal

Sinyal juga berperan sangat besar dalam pembelajaran dari karena apabila sinyalnya jelek sinyalnya tidak stabil itu akan berpengaruh dalam proses pembelajaran dari ini.

7.      Waktu luang

Kurangnya waktu luang diakibatkan karena misalnya, banyaknya tugas yang mengakibatkan kita harus terus-menerus mengerjakan tugas sampai bergadang untuk menyelesaikannya sehingga kurang waktu untuk beristirahat.

8.      Terbatas akses

Terbatasnya akses misalnya terbatasnya akses internet mengakibatkan lambatnya kita mendapat pelajaran dari guru.

9.      Kurang komunikasi\

Kurangnya komunikasi juga bisa diakibatkan karena terbatasnya akses misalnya tidak ada sinyal jaringan tidak stabil dan lain sebagainya.

 

10.  Interaksi terbatas

Interaksi terbatas diakiatkan karena pembatasan mobilitas.

11.  Pembagian waktu

Pembagian waktu menjadi sangat terbatas misalnya akibat kurang stabilnya jaringan tugas menjadi telat masuk sehingga tugas menjadi menumpuk.

12.  Pembagian ruang

Bagian ruang bisa jadi misalnya rumah kita sempit sehingga aktivitas orang-orang rumah agak menghambat untuk kita melakukan pembelajaran dari ini bisanya saat pembelajaran zoom ada orang yang lewat membuat anggota zoom yang lain gagal foukus.

13.  Kelekatan orang tua

Kalau kata dengan orang tua pun menjadi dampak dari pandemi ini akibat banyaknya tugas kita jarang berinteraksi dengan orang tua jarang berinteraksi dengan orang-orang di rumah akibat terfokus ke dalam satu titik misalnya tugas.

14.  Waktu istirahat

Waktu istirahat jelas terganggu apabila banyak tugas dikejar deadline dan lain-lain.

15.  Percaya diri

Kita kurang percaya diri akibat kurangnya interaksi secara langsung.

16.  Kehilangan mitra curhat

Mereka kehilangan “mitra curhat” antar-teman sebaya. Lebih dari itu, mekanisme belajar dari rumah telah mengubah pula jadwal kegiatan dari para orangtua murid yang harus turut mengawasi anak-anaknya dalam mengikuti program pelajaran di rumah. Tidak cukup hanya mempersiapkan anak-anak untuk bangun pagi dan persiapan mengikuti pelajaran sekolah, akan tetapi juga turut serta dalam proses membimbing dalam mengikuti tata cara pelajaran “online” dalam memandu anak mengikuti pelajarannya.

17.  Tidak adanya pola pembelajaran

Pola pembelajaran dari rumah ini akan bagus jika dilaksanakan dengan pengaturan dan pengendalian yang bagus, capaian mata pelajaran berupa pembentukan karakter harus ditransfer pada orang tua supaya orang tua juga bisa mentransfer kepada anak meskipun metodenya berbeda. Ketidakjelasan dalam pola pengajaran akan berdampak negatif pada anak terutama pada pola hidup dan perkembangannya yang tak berjalan sebagaimana harusnya. Demikian halnya apabila hal ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka secara emosi perkembangan anak didik nantinya akan sangat berbeda bila dibandingkan dengan perkembangan anak didik yang mengikuti mekanisme belajar tatap muka.

 

18.  ETC

Kesimpulan

Pembelajaran daring menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan pembelajaran konvensional di tengah covid 19. Penerapan social distancing untuk mencegah penyebaran covid 19. Social distancing juga diterapkan dilingkungan sekolah dan juga universitas. Maka sekolah maupun universitas juga diwajibkan untuk belajar dirumah dengan pembelajaran daring. Hal itu berdampak pada psikologis siswa akibat social distancing, yang harus berkurangnya interaksi sosial, kefektifan dalam belajarnya pun berkurang. Tidak hanya psikologis siswa terdampak social distancing tetapi juga pembelajaran daring tersebut menjadi beban untuk siswa karena harus menggunakan handphone atau komputer yang terlalu sering, bahkan tak jarang siswa menjadi stres karena penerapan sistem daring tersebut. Pembelajaran daring menjadi keluhan para siswa ditengah covid 19 ini. Sehingga tak jarang siswa menjadi stres karena tugas yang banyak dengan waktu yang bersamaan dan pengumpulan yang singkat. Oleh karena itu, penerapan pembelajaran daring layak diterapkan, namun tidak dengan pemberian tugas yang sangat banyak dengan pengumpulan yang singkat, dapat digantikan dengan diskusi bersama karena hal itu dapat mendukung dalam keefektifan belajar dan kefokusan dalam belajar. Oleh karena itu sangat diperlukan sekali peningkatan program pembinaan dan konseling yag harus dilakukan oleh semua guru terutama guru bimbingan konseling di sekolah untuk dapat menurunkan angka kecemasan, stress dan depresi akibat pemelajaran jarak jauh.

Daftar Pustaka

https://ojs.fdk.ac.id/index.php/humancare/article/download/1084/pdf

https://jurnal.unpad.ac.id/jnc/article/download/30815/15517

https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fikes/article/view/2256

https://inet.detik.com/cyberlife/d-5488004/dampak-psikologi-siswa-akibat-belajar-online-dan-solusinya

https://journal.fkm.ui.ac.id/bikfokes/article/view/4656